Nama lengkap : Syai Yaroh. Sanak keluarga memanggil dengan sebutan : Syai Yaroh. Umak penulis memanggil dengan sebutan Syai Yaroh. Penulis memanggil dengan sebutan uwak Bahrul. Lahir di desa Kurungan Jiwa, marga Lubai suku 1, keresidenan Palembang - Hindia Belanda. Dari seorang ibu : Hajjah Siti Aisyah bin puyang Kenaraf dan ayah : Haji Husin bin Fulan. Kisah tentang uwak Syai Yaroh, jika ingin dituliskan semua rasanya tidak cukup hanya 1 halaman. Namun untuk menggambarkan sedikit, siapa beliau dilihat dari sudut pandang sanak saudara. Maka izinkan penulis untuk menulis kan cerita tentang keluarga beliau. Rumah beliau di desa Baru Lubai, terletak tidak jauh dari rumah uwak Haji Abdul Haq. Rumah itu sering ditinggal, dikarenakan uwak Syai Yaroh berdomisili di kota Prabuulih. Suami beliau adalah seorang anggota kepolisian Republik Indonesia, bertugas di kota Prabumulih. Sehingga rumah di desa Baru Lubai, mereka tempati, saat pulang kampung saja. Adapun cerita yang penulis anggap paling ...
Kisah pugok Wakif bin puyang Kenaraf ini, ini merupakan hasil inspirasi dari hasil olah imajiner penulis sendiri. Suatu perpaduan antara pengalaman pribadi penulis dan penuturan kata dari umak kami Nafisyah binti pugok Wakif, meng hasilkan tulisan yang sedang sanak saudara baca ini. Jadi, apabila ada versi lainnya dari sanak keluarga cerita tentang sosok pugok Wakif, silahkan tulis pesan ke email kami amrul.ibrahim@gmail.com. Desa Kurungan Jiwa - marga Lubai suku 1, keresidenan Palembang - Hindia Belanda, merupakan sebuah desa kecil nan asri. Dahulu kala, ada sebuah keluarga kecil terdiri dari seorang ayah, ibu, dan 7 orang anak. Sepasang suami isteri itu betapa bahagianya, mereka memilik anak-anak terdiri dari 4 orang anak perempuan dan 3 orang anak laki-laki. Sebagai ayah pugok Wakif bin puyang Kenaraf penuh perhatian kepada putra-putrinya dan nenek Mastinah binti puyang Refudin sebagai seorang ibu penuh kasih saya mengasuh anak-anaknya. Diantara 4 orang anak perempuan tersbut, a...
Nama lengkap : Hozlah. Sanak keluarga memanggil dengan sebutan : Hozlah. Umak penulis memanggil dengan sebutan Hozlah. Penulis memanggil dengan sebutan bibi Hozalah. Lahir di desa Kurungan Jiwa, marga Lubai suku 1, keresidenan Palembang - Hindia Belanda. Dari seorang ayah : Haji Abdul Wahab bin puyang Kenaraf dan Ibu : Fulanah binti Fulan. Kisah tentang bibi Hozlah, jika ingin dituliskan semua rasanya tidak cukup hanya 1 halaman. Namun untuk menggambarkan sedikit, siapa beliau dilihat dari sudut pandang sanak saudara. Maka izinkan penulis untuk menulis kan cerita umak kami Nafisyah. Bahwa beliau merupakan seorang Pegawai Negeri Sipil, bertugas di kantor Kewedana an Lematang Ogan Tengah di Prabumulih. Diperkirakan sejak awal tahun 1960 beliau sudah berdinas disana. Demikian, tentang kisah bibi Hozlah yang dapat dituliskan di halaman silsilah keluarga ini dan kepada anak keturunan beliau dari lubuk hati yang paling dalam, penulis maaf apabila ada kata yang dianggap kurang berkenan. ...
Komentar
Posting Komentar