Ekatia Puspasari, S.Pd putri Nur Bayah Menikah dengan Riyan Hidayat bin Fulan berasal dari …………… Mempunyai anak keturunan sebagai generasi vii (tujuh) Zuriyat Kenaraf berikut putra dan putrinya yaitu :
Nama lengkap : Syai Yaroh. Sanak keluarga memanggil dengan sebutan : Syai Yaroh. Umak penulis memanggil dengan sebutan Syai Yaroh. Penulis memanggil dengan sebutan uwak Bahrul. Lahir di desa Kurungan Jiwa, marga Lubai suku 1, keresidenan Palembang - Hindia Belanda. Dari seorang ibu : Hajjah Siti Aisyah bin puyang Kenaraf dan ayah : Haji Husin bin Fulan. Kisah tentang uwak Syai Yaroh, jika ingin dituliskan semua rasanya tidak cukup hanya 1 halaman. Namun untuk menggambarkan sedikit, siapa beliau dilihat dari sudut pandang sanak saudara. Maka izinkan penulis untuk menulis kan cerita tentang keluarga beliau. Rumah beliau di desa Baru Lubai, terletak tidak jauh dari rumah uwak Haji Abdul Haq. Rumah itu sering ditinggal, dikarenakan uwak Syai Yaroh berdomisili di kota Prabuulih. Suami beliau adalah seorang anggota kepolisian Republik Indonesia, bertugas di kota Prabumulih. Sehingga rumah di desa Baru Lubai, mereka tempati, saat pulang kampung saja. Adapun cerita yang penulis anggap paling ...
Nama lengkap : Amarullah Wanahi , sanak keluarga memanggil dengan sebutan : Amar, Am. Lahir di desa Baru Lubai, kecamatan Prabumulih, kabupaten Muara Enim - provinsi. Sumatera Selatan, 12 Januari 1961. Merupakan anak ke-7 dari 11 bersaudara pasangan seorang ayah : M. Ibrohim bin pugok Haji Hasan dan Ibu : Nafisyah binti pugok Wakif, cucung dari pasangan pugok Wakif dan nenek Mastinah . Kisah Pernikahan Amrullah Wanahi, menikah dengan seorang perempuan bernama Hatimah binti Muhammad Toha, 17 Juli 1984, di kelurahan Kedamian, kecamatan Tanjung karang Timur, kota Bandar Lampung, provinsi Lampung. Acara pernikahan hanya sederhana saja, tamu undangan yang hadir hanya keluarga terdekat saja. Kisah Pendidikan Pada tahun 1968 - 1970, Sekolah Dasar Negeri - desa Baru Lubai. Pada tahun 1971 - 1973, Sekolah Dasar - desa Datar Lebuai, lulus dengan predikat terbaik kedua. Melanjutkan pendidikan kejenjang SMP dari tahun 1975 - 1976, SMP Negeri Talang Padang, SMP Muhammadiyah 1 Tanjung kar...
Puyang adalah dialek masyarakat Sumatera Selatan untuk kata Poyang, dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (Balai Pustaka, 1991) yang artinya nenek moyang, datuk atau leluhur. Dalam mitologi masyarakat Sumatera Selatan, puyang bukan hanya diperuntukan bagi manusia, juga harimau sumatera atau satwa lainnya yang dipercaya memiliki kesaktian atau menguasai satu wilayah hutan dan rawa gambut. Kisah Puyang umumnya menampilkan tokoh dengan penampilan luar biasa. Keluarbiasaan biasanya ditandai dengan berbagai sifat yang tidak dimiliki oleh manusia biasa, di antaranya berupa tampilan sebagai manusia dengan sifat-sifat yang diidam-idamkan, yang mengherankan, atau yang menakutkan. Namun kisah singkat puyang Kenaraf ini, tidak akan menampilkan citra seperti itu, penulis hanya ingin menggambarkan tentang seorang nenek moyang kita saja. Kepada sanak saudara, penulis memohon maaf dikarenakan tidak dapat menuliskan sejarah puyang Kenaraf, secara lengkap. Ada beberapa hambatan yang penulis hadapi sepert...
Komentar
Posting Komentar