Nama lengkap : Syai Yaroh. Sanak keluarga memanggil dengan sebutan : Syai Yaroh. Umak penulis memanggil dengan sebutan Syai Yaroh. Penulis memanggil dengan sebutan uwak Bahrul. Lahir di desa Kurungan Jiwa, marga Lubai suku 1, keresidenan Palembang - Hindia Belanda. Dari seorang ibu : Hajjah Siti Aisyah bin puyang Kenaraf dan ayah : Haji Husin bin Fulan. Kisah tentang uwak Syai Yaroh, jika ingin dituliskan semua rasanya tidak cukup hanya 1 halaman. Namun untuk menggambarkan sedikit, siapa beliau dilihat dari sudut pandang sanak saudara. Maka izinkan penulis untuk menulis kan cerita tentang keluarga beliau. Rumah beliau di desa Baru Lubai, terletak tidak jauh dari rumah uwak Haji Abdul Haq. Rumah itu sering ditinggal, dikarenakan uwak Syai Yaroh berdomisili di kota Prabuulih. Suami beliau adalah seorang anggota kepolisian Republik Indonesia, bertugas di kota Prabumulih. Sehingga rumah di desa Baru Lubai, mereka tempati, saat pulang kampung saja. Adapun cerita yang penulis anggap paling ...
Puyang diyakini oleh masyarakat Sumatera Selatan sebagai tokoh sakti yang merupakan sossok nenek moyang (keturunan) etnik tertentu di Sumatera Selatan. Cerita puyang umumnya menampilkan tokoh dengan penampilan luar biasa. Keluarbiasaan ditandai dengan berbagai sifat yang tidak dimiliki oleh manusia biasa, di antaranya berupa tampilan sebagai manusia dengan sifat-sifat yang diidam-idamkan, yang mengherankan, atau yang menakutkan. Penampilan citra seperti itu sangat tergantung pada selera dan konteks masyarakat tempat lahirnya -puyang tersebut. Ada sebuah makam yang selalu bersih terletak kearah lembah sungai Lubai, desa Kurungan Jiwa. Masyarakat desa setempat menyebutnya kuburan puyang Tande. Tidak jauh dari makam puyang Tande, tumbuh berbagai pohon seperti pohon Kecapi, pohon Duku, pohon Langsat, pohon Manggis danpohon Binjai. Berawal dari sebuah makam puyang Tande, penulis akan membuat suatu kisah singkat tentang beliau. Bagi anak keturunan beliau, yang lahir dan besar di desa Kurunga...
Kisah pugok Wakif bin puyang Kenaraf ini, ini merupakan hasil inspirasi dari hasil olah imajiner penulis sendiri. Suatu perpaduan antara pengalaman pribadi penulis dan penuturan kata dari umak kami Nafisyah binti pugok Wakif, meng hasilkan tulisan yang sedang sanak saudara baca ini. Jadi, apabila ada versi lainnya dari sanak keluarga cerita tentang sosok pugok Wakif, silahkan tulis pesan ke email kami amrul.ibrahim@gmail.com. Desa Kurungan Jiwa - marga Lubai suku 1, keresidenan Palembang - Hindia Belanda, merupakan sebuah desa kecil nan asri. Dahulu kala, ada sebuah keluarga kecil terdiri dari seorang ayah, ibu, dan 7 orang anak. Sepasang suami isteri itu betapa bahagianya, mereka memilik anak-anak terdiri dari 4 orang anak perempuan dan 3 orang anak laki-laki. Sebagai ayah pugok Wakif bin puyang Kenaraf penuh perhatian kepada putra-putrinya dan nenek Mastinah binti puyang Refudin sebagai seorang ibu penuh kasih saya mengasuh anak-anaknya. Diantara 4 orang anak perempuan tersbut, a...
Komentar
Posting Komentar